Penulis
Basman
Syarifuddin
Rego Devila
Penyunting
Muhammad Ikram
Tahun Terbit : Juni 2026
Ketebalan : 96 Hal
Ukuran : 15,5 x 23 cm (Unesco)
ISBN : dalam proses
Harga : -
Link OMP : -
Sinopsis: Buku monograf ini mengangkat urgensi pengembangan soft skill bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di tengah ketatnya persaingan era revolusi industri modern. Selama ini, pendidikan vokasi sering kali terjebak pada rutinitas mengejar penguasaan kecakapan teknis atau hard skill semata, padahal dunia kerja saat ini menuntut pekerja yang adaptif, komunikatif, dan tangguh menghadapi dinamika sosial. Kesenjangan antara tingginya ekspektasi perusahaan dan realitas karakter lulusan yang minim tata krama mendorong perlunya reorientasi sistem pendidikan kejuruan. Buku ini menegaskan bahwa kepandaian intelektual atau teknis akan bernilai sia-sia di ranah industri apabila tidak didampingi oleh kecerdasan sosial dan kematangan karakter.
Untuk menjawab tantangan tersebut, buku ini membedah secara mendalam tiga instrumen utama pembentuk soft skill, yakni kreativitas, sikap belajar, dan penalaran kritis. Kreativitas berperan krusial dalam membantu siswa menemukan solusi alternatif yang fleksibel saat menghadapi masalah teknis, sehingga meredam stres kerja. Sementara itu, sikap belajar yang positif menyuplai motivasi internal dan kenyamanan batin, yang secara otomatis menekan ego pribadi serta menumbuhkan jiwa kolaborasi antarsiswa. Pada tingkat yang lebih tinggi, penalaran kritis hadir sebagai fondasi rasionalitas yang menuntun siswa untuk memverifikasi informasi dan menyelesaikan perselisihan secara logis tanpa luapan emosi, di mana hal ini bermuara langsung pada penguasaan kemampuan memanajemen konflik.
Melalui pendekatan riset empiris yang dilaksanakan di SMK Negeri 5 Pangkep, buku ini menyajikan bukti statistik nyata bahwa ketiga elemen kognitif dan afektif tersebut bekerja secara simultan dan sangat signifikan dalam membentuk karakter siswa. Temuan kuantitatif tersebut bahkan menobatkan daya penalaran kritis sebagai instrumen penentu yang pengaruhnya paling dominan. Sebagai penutup, buku ini menyodorkan berbagai implikasi taktis bagi institusi pendidikan, mulai dari keharusan merombak metode evaluasi dengan mencantumkan nilai tata krama di dalam rapor, penerapan strategi pembelajaran berbasis pemecahan masalah, hingga optimalisasi peran layanan bimbingan konseling di sekolah